Thursday, July 31, 2014
   
Text Size

Site Search powered by Ajax

Error
  • Error loading feed data.
  • Error loading feed data.

Makna dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

Tanggal 12 Rabiul Awal 1432 H, bertepatan pada 15 Februari 2011 seluruh kaum muslim merayakan maulid Nabi Muhammad SAW, tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang dilakukan secara turun temurun. Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis. Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu. Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pemimipn besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi umatnya.

Dalam konteks ini, Maulid harus diartikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri atas kesalehan umat. Yakni, sebagai semangat baru untuk membangun nilai-nilai profetik agar tercipta masyarakat madani (Civil Society) yang merupakan bagian dari demokrasi seperti toleransi, transparansi, anti kekerasan, kesetaraan gender, cinta lingkungan, pluralisme, keadilan sosial, ruang bebas partisipasi, dan humanisme. Dalam tatanan sejarah sosio antropologis Islam, Nabi Muhammad SAW dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensi sosial yang berbeda dan saling melengkapi.

Pertama, dalam perspektif teologis-religius, Nabi Muhammad SAW dilihat dan dipahami sebagai sosok nabi sekaligus rasul terakhir dalam tatanan konsep keislaman. Hal ini memposisikan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok manusia sakral yang merupakan wakil Tuhan di dunia yang bertugas membawa, menyampaikan, serta mengaplikasikan segala bentuk pesan “suci” Tuhan kepada umat manusia secara universal.

Kedua, dalam perspektif sosial-politik, Beliau dilihat dan dipahami sebagai sosok politikus andal. Sosok individu Nabi Muhammad SAW yang identik dengan sosok pemimpin yang adil, egaliter, toleran, humanis, serta non-diskriminatif dan hegemonik, yang kemudian mampu membawa tatanan masyarakat sosial Arab kala itu menuju suatu tatanan masyarakat sosial yang sejahtera dan tentram.

Tentu, sudah saatnya bagi kita untuk mulai memahami dan memperingati Maulid secara lebih mendalam dan fundamental, sehingga kita tidak hanya memahami dan memperingatinya sebatas sebagai hari kelahiran sosok nabi dan rasul terakhir yang sarat dengan serangkaian ritual-ritual sakralistik-simbolik keislaman semata, namun menjadikannya sebagai kelahiran sosok pemimpin.

Karena bukan menjadi rahasia lagi bila kita sedang membutuhkan sosok pemimpin bangsa yang mampu merekonstruksikan suatu citra kepemimpinan dan masyarakat sosial yang ideal, egaliter, toleran, humanis dan nondiskriminatif, sebagaimana dilakukan Nabi Muhammad SAW untuk seluruh umat manusia. Kontekstualisasi peringatan Maulid tidak lagi dipahami dari perspektif keislaman saja, melainkan harus dipahami dari berbagai perspektif yang menyangkut segala persoalan. Misal, politik, budaya, ekonomi, maupun agama.

Sumber (dengan beberapa perubahan)

 

Comments
Search
Only registered users can write comments!

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Waktu Sholat Tokyo, Jepang

Masjid Meguro

masjidmeguro

Live Streaming

Kotak Silaturahmi

Latest Message: 2 days, 16 hours ago
  • [guest_3855] : «link»
  • [guest_3855] : «link»
  • [BloJesa] : А вот при чем: Порадуйте своих друзей. Удивите своих друзей. детская футболка черная :)
  • [BloJesa] : А вот при чем: Порадуйте своих друзей. Удивите своих друзей. детская футболка черная :)
  • [BloJesa] : А вот при чем: Порадуйте своих друзей. Удивите своих друзей. детская футболка черная :)
  • [guest_7631] : «link»
  • [guest_7631] : «link»
  • [carpinteyro : ,,owever, once somebody fIles a lawsuIt, almost everythIng that transpIres In the case becomes a matter of publIc record. Hence, It Isn't dIffIcult at all to locate thIs InformatIon through the court system. One essentIal tIp to consIder In gettIng the desIred data Is to be extremely polIte to the assIgned clerks In the courthouse. ThIs type of InformatIon can be retrIeved for free at varIous government offIces. But, be aware that such method can be tIme-consumIng and paInstakIng. In addItIon, I
  • [tomgeenetd : ,, ,,
  • [tomgeenetd : ,, ,,
  • [tomgeenetd : ,, ,,
  • [carpinteyro : ,, ,,
  • [zoointsrc ] : «link»
  • [zoointsrc ] : «link»
  • [zoointsrc ] : «link»
  • [carpinteyro : ,, ,,
  • [carpinteyro : «link»
  • [carpinteyro : «link»
  • [wuwuqmu ] : ,, , ,,
  • [wuwuqmu ] : ,, , ,,
  • [tongctc ] : ,, , ,,
  • [tongctc ] : ,, , ,,
  • [tongctc ] : ,, , ,,
  • [penderbih ] : «link»
  • [penderbih ] : «link»
  • [penderbih ] : «link»
  • [carpinteyro : ,, , ,,
  • [carpinteyro : ,, , ,,
  • [yanniplj ] : ,, , ,,
  • [yanniplj ] : ,, , ,,
View archive

Guests are shown between [].


Buku Saku Hidup Islami di Jepang

Makanan Halal-Haram

Mutiara Nasihat

"For those whom Islam has embraced, the greatest witness to God's unremitting, pursuing, sustaining, and guiding love is the Qur'an. Like a vast magnificent ocean, it lures you deeper and deeper into its dazzling waves until you are swept into it. But instead of drowning in a sea of darkness, as described above, you find yourself immersed in an ocean of divine light and mercy. As I read the Qur'an and prayed the Islamic prayers, a door to my heart was unsealed and I was immersed in an overwhelming tenderness. Love became more permanent and real than the earth beneath my feet; its power restored me and made it so that even I could feel love. I was happy enough to have found faith in a sensible religion. But I never expected to be touched by such intoxicating mercy."(Dr. Jeffrey Lang)

Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Al-Baqarah:38)

"Saudaraku... Janganlah engkau putus asa, karena putus asa bukan akhlak seorang muslim. Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah impian kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan hari esok. waktu masih panjang dan hasrat akan terwujudnya kedamaian masih tertanam dalam jiwa masyarakat kita, meski fenomena-fenomena kerusakan dan kemaksiatan menghantui mereka. Yang lemah tidak akan lemah sepanjang hidupnya dan yang kuat tidak akan selamanya kuat."(Hasan Al-Banna)

"Merendahlah, engkau kan seperti bintang gemintang
berkilau dipandang orang di atas riak air
dan sang bintangpun jauh tinggi
janganlah seperti asap
yang mengangkat diri tinggi di langit
padahal dirinya rendah hina. (Ust. Rahmat Abdullah)

"Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya."(Ibnu Bazz)

"Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan, pada hari itu manusia berkata: "Ke mana tempat berlari?"
(Al-Qiyamah/75:7-10)

"Maka sesungguhnya Kami akan merasakan azab yang keras kepada orang-orang kafir.
(Fusshilat/40:27)

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya.
(Luqman/31:14)

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"(Ar-Rahman/55:16)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya."
(Fusshilat/41:6)

Iman terbagi dua, separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur.
(HR. Al-Baihaqi)

"O statisfied soul, return to your Lord wellpleased, wellpleasing. Join My worshipers and enter My Paradise!h
(Al Fajr/89:27-30)

There are three sign of a hypocrite: when he speaks lies, when he makes a promise he breaks it, and when he trusted he betrays his trust.
(HR. Bukhari)

Share via Facebook!

Share on facebook

Login Anggota